iklan

Uppsss...Full Day School Dinilai Sebagai Kemunduran Pemerintah Di Bidang Pendidikan

ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Psikolog pendidikan : Full day school dinilai sebagai kemunduran pemerintah di Bidang Pendidikan

Psikolog pendidikan : Full day school dinilai sebagai kemunduran pemerintah di Bidang Pendidikan
Full Day School
Pro dan kontra tetang kebijakan Kementrian Pendidikan tentang Full Day School terus berlanjut, ada sebagian masyarakat yang setuju, namun ada pula yang mengkritk bahkan tidak setuju.

Pendidikan sangatlah penting, namun metode dalam pendidikan jauh lebih penting. beberapa kalangan masyarakat merasa, apabila full day shool diterapkan di setiap sekolah, justru jam berkumpul dengan keluarg dan interaksi dengan masyarakat sekitar menjadi berkurang, karena waktu habis di sekolah, sedangkan nilai nilai kehidupan sosial juga penting untuk dimengerti setiap individu anak, mengingat manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian, harus berdampingan dan saling tolong menolong antar sesama.

Masalah ini juga tidak luput diberitakan di beberapa media, baik cetak mupun elektronik, salah satu contoh pemberitaannya seperti di bawah ini:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan pendidikan lima hari sekolah dalam seminggu dengan durasi delapan jam sehari atau full day schooldari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinilai sebagai kemunduran pemerintah dalam menanggapi persoalan bidang pendidikan.
"Sentralisasi kebijakan ini adalah langkah mundur," kata psikolog pendidikan, Karina Adistiana, dalam diskusi bertajuk "Full Day School, Jadi?" di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/6/2017).

Ia berpendapat, jika mengacu pada otonomi daerah maka pelaksanaan sistem pendidikan sedianya diserahkan kepada masing-masing daerah. Jalannya sistem pendidikan harus disesuaikan dengan kultur serta sarana dan prasarana yang telah tersedia.
"Full day school cocok mungkin di daerah tertentu, daerah-daerah urban," kata kata Karina.

Dia mengatakan, saat ini kebijakan jam belajar di sekolah yang panjang justru mulai ditinggalkan oleh sejumlah negara. Sebab, semakin lama berada di sekolah justru mengurangi waktu untuk berinteraksi dengan keluarga maupun lingkungan tempat tinggal.
"Banyak kajian yang berkaitan dengan jam belajar anak. Korea bilang jangan tiru jam belajar kami, karena panjang sekali (jam belajarnya)," kata Karina.

"China walaupun tidak menyatakan demikian, tetapi China bilang salah satu yang bakal dilakukan dalam reformasi pendidikan adalah mengurangi jam belajarnya," tambah dia.

Karena itu, kebijakan penambahan jam belajar sedianya ditunda dan sebaiknya Kemendikbud lebih banyak lagi melakukan kajian.
Karina berharap, kalau nanti sistem pendidikan disesuaikan kultur masing-masing daerah, mata pelajaran yang akan diajarkan sedianya dikontekstualkan dengan hal yang terkait dengan kearifan lokal. Misalnya, sekolah yang berada tak jauh dari laut, murid seharusnya diajarkan bagaimana memanfaatkan, menjaga dan melestarikan laut.

Baca : Sumber

ADSENSE 336 x 280 dan ADSENSE Link Ads 200 x 90

0 Response to "Uppsss...Full Day School Dinilai Sebagai Kemunduran Pemerintah Di Bidang Pendidikan"

Posting Komentar