iklan

Woow, Aggota FPI Lolos Jadi Anggota Komnas HAM?

ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Aggota FPI Lolos Jadi Anggota Komnas HAM?
Woow, Aggota FPI Lolos Jadi Anggota Komnas HAM?
Ilustrasi

Sebelum membahas Anggota FPI yang lolos tahap awal Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), mari kita terlebih dahulu mendalami FPI yang sebenarnya.

FPI selama ini selalu diberitakan sebagai Ormas yang KERAS oleh semua media televisi, sekarang mari kita lihat wajah FPI jauh lebih dekat, WAJAH FPI YANG SEBENARNYA. Benarkah apa yang selalu ini diopinikan dan disebarkan oleh para media massa kita baik televisi, internet, maupun koran dan majalah?

Dakwah FPI terbagi dalam 2 golongan:
1. Daerah Amar Ma'ruf
2. Daerah Nahi Munkar

Daerah Amar Ma'ruf / Daerah tanpa maksiat disekitarnya: FPI menurunkan ustadz untuk membimbing umat seperti biasanya

Daerah Nahi Munkar / Daerah yg terdapat maksiat disekitarnya: FPI membagi lagi jadi 2 golongan, yaitu:

a. Rakyat sekitar yg mayoritas setuju maksiat
b. Rakyat sekitar yg mayoritas tidak setuju maksiat

Untuk daerah kategori a, FPI mengirim ustadz untuk membimbing secara perlahan, sambil mencari alternatif matapencaharian lainnya

Untuk daerah kategori b, FPI mengajari bagaimana MASYARAKAT menulis surat kepada lurah, camat, bupati, DPRD, POLRES hingga gubernur / pangdam setempat secara bertahap. Dalam artian, jika bupati tidak dan Polres tidak bertindak, maka MASYARAKAT melapor akan diteruskan ke tingkat yg lebih tinggi.

Jika ke semuanya tidak juga ada tindak lanjut, maka MASYARAKAT dan FPI akan berdemo secara baik-baik di DPRD, kantor BUPATI dsb, dan ini pun masyarakat masih melapor pada polisi dan pihak berwenang bahwa demo damai akan diadakan oleh MASYARAKAT dan FPI.

FPI juga mempunyai struktur organsasi yang cukup rapih, dari pimpinan pusat, daerah sampai ranting, background anggota nya pun bermacam macam, ada yang dari hukum, ekonomi, dan lain lain, Contohnya Zaenal Abidin (Ketua Badan Hukum FPI), Zaenal Abidin resmi mendaftar sebagai komisioner Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)

Ketua Badan Hukum Front Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah, Zaenal Abidin lolos tahap pertama seleksi calon Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Wakil Ketua DPR, Fadli Zon tetap percaya pada proses pemilihan dan meminta publik menilai kinerjanya. 

"Nanti kita bisa lihat apa yang dimaksud kedekatan itu. Pada dasarnya yang menjadi komisioner harus bekerja secara profesional, tidak membawa aspirasi individu, kelompok dan golongan, kecuali aspirasi itu untuk menegakan hak asasi manusia," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/7).

Dia mengaku bahwa dalam keputusan tersebut masyarakat harus menilainya dari kinerja. Menurutnya, masyarakat jangan terpengaruh dengan tuduhan orang tentang kelompok radikal.

"Saya melihat, nanti kan kinerja saja kadang-kadang orang sekarang ini gampang sekali dituduh-tuduh dekat dengan kelompok radikal, kelompok macam-macam ternyata tidak seperti itu," imbuhnya.

Politisi Partai Gerindra itu pun percaya kepada proses yang sudah dijalani oleh para calon komisioner Komnas HAM. Proses tersebut dianggap sudah memberikan ruang untuk melakukan penelitian pada para calon komisioner.

"Saya kira yang paling penting kita percaya ada proses yang sudah dilalui melalui seleksi dan seleksi itu juga sudah memberikan suatu ruang untuk penelitian pada yang bersangkutan. Kita lihat saja nanti kinerjanya seperti apa," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani tak mempersoalkan lolosnya petinggi FPI sebagai calon komisioner Komnas HAM. Menurutnya, lolosnya Zaenal adalah hal yang biasa.

"Enggak masalah itu kan hal yang biasa, siapapun boleh masuk. Tidak ada larangan kecuali bukan warga negara Indonesia," kata Siane di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta, Jumat (19/5).

Nama Ketua Badan Hukum Front FPI Jawa Tengah Zaenal Abidin mendadak tenar setelah lolos tahap pertama seleksi calon Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Lolosnya Zaenal Abidin menimbulkan pro kontra di masyarakat.

Meski mendapatkan pro dan kontra, Zaenal menyatakan tetap akan maju dan mengikuti tahap-tahap seleksi untuk menjadi Komisioner Komnas HAM.

"Saya akan tetap maju karena hak seseorang menjadi pejabat publik diatur HAM. Banyak dan ada orang yang tidak tahu saya atau orang tahu saya banyak tapi merasa dan merasa tidak ingin tahu juga banyak," tuturnya. [did]
Baca: Sumber
ADSENSE 336 x 280 dan ADSENSE Link Ads 200 x 90

0 Response to "Woow, Aggota FPI Lolos Jadi Anggota Komnas HAM?"

Posting Komentar